MPASI Pertama Alif

by R.Larasati

Jadi saya terinspirasi buat tulisan ini gegara pertanyaan beberapa teman saya yang anaknya menjelang MPASI. Pertanyaan mereka sama, makanan apa yang pertama saya berikan buat Alif? . Bagi para MAHMUD ABAS (Mamah Muda Anak Baru Satu :D) seperti saya pertanyaan seperti itu sih wajar ya, soalnya dulu saya pun bertanya hal yang sama dan untuk menjawab pertanyaan itu saya cari-cari info terkait MPASI di internet, ikut komunitas para ibu di FB, dan ga malu tanya pengalaman MPASI para ibu yang lain. So, jangan kecil hati buat para ibu muda, kita belajar sama-sama yuk untuk mempersiapkan MPASI buah hati.

Menu untuk MPASI pertama bayi sebenarnya banyak pilihannnya bun, seperti bubur susu, buah pisang yang sudah ranum, buah alpukat, Aple Sauce (buah apel yang sudah dikukus ditaburi kayu manis kemudian dihaluskan), sayur-sayuran kukus yang dihaluskan, dll. Namun untuk Alif, saya lebih memilih memberikan bubur susu untuk menu MPASI pertamanya. Alasannya (setelah baca artikel sana sini) karena bubur susu cenderung rendah tingkat kemungkinannya menyebabkan alergi, alasan lain karena supaya Alif ga terlalu kaget dengan rasanya karena buburnya dicairkan menggunakan ASI, jadi rasa dan aroma ASI nya masih ada (alasan yang ini sih murni pendapat pribadi ya bun). Meskipun memiliki beberapa kelebihan, menu bubur susu bagi beberapa anak bisa menyebabkan sembelit, untuk mengatasinya bunda harus bisa mencukupi kebutuhan cairan baby, bisa dari air putih, ASI ataupun sari buah.

Apa itu bubur susu? Simpelnya bubur susu itu adalah kombinasi antara tepung beras (bisa beras merah, putih atau tepung kacang hijau, dll) dengan ASI atau Sufor (jika bayi menggunakan sufor). Saya memilih beras merah untuk menu bubur susu pertama Alif, karena beras merah memiliki serat lebih banyak sehingga resiko bayi mengalami sembelit lebih kecil. Nah sekarang bagaimana cara membuat bubur susu rumahan ala ala Bunda Alif?🙂 cekidot bunda …

Seminggu sebelum Alif memulai MPASI-nya saya sudah pastikan menu pertama apa yang akan saya berikan untuk Alif, setelah itu saya mulai membeli semua bahan yang bisa dibeli saat itu, untuk kasus MPASI Alif saya sudah bisa membeli tepung beras merah, tepung beras putih, dan tepung kacang hijau. Sebenarnya bunda juga bisa membuatnya sendiri, namun karena mempertimbangkan kebersihan saat pembuatan di rumah, saya memilih untuk membeli tepung berasnya. Saya menggunakan tepung beras merk Gasol yang bisa bunda beli di toko online, Toko buah Top, atau di toko khusus kebutuhan bayi.

Selain mempersiapkan tepung berasnya, ASI/ Sufor sebagai pengencernya juga harus disiapkan ya bun. Untuk pengencer saya menggunakan ASI, seminggu sebelum pemberian MPASI saya mulai memompa ASI dan menyimpannya di lemari es. Untuk memompa ASI, saya mempersiapkan pompa ASI dan botol-botol tempat penyimpanan ASI sebelumnya. Pompa yang saya gunakan adalah pompa ASI manual bermerk I.Q. Baby, bunda bisa menggunakan pompa ASI apapun yang menurut bunda terbaik. Setelah mempersiapkan pompa ASI, bunda juga harus mempersiapkan botol-botol penyimpanan ASI, botol-botol ini harus dijamin kebersihannya ya bun, untuk botol penyimpanan saya menggunakan botol merk BKA. Pompa dan botol penyimpanan ASI ini bisa bunda dapatkan di toko online atau di toko khusus kebutuhan bayi ya.

Ok, pompa dan botol beres, selanjutnya mari kita buat bubur susu ala ala Bunda Alif🙂
Bahan:
20 gr tepung beras merah (sekitar 3 sdm)
200 ml air bersih (3/4 gelas)
50 ml ASIP (Air Susu Ibu Perah) sekitar 5 sdm
Cara membuat:
Campur tepung beras merah dengan air sampai tercampur rata. Masak menggunakan api kecil sambil terus diaduk. Masak kurang lebih 5 menit sampai mendidih dan matang (tanda bubur matang saat air yang digunakan untuk mengencerkan habis menyisakan bubur yang kental). Ambil bubur yang telah matang dan encerkan menggunakan ASIP. Bubur susu siap disajikan.

Oia, saya menggunakan aturan 4 hari ganti menu. Artinya saya menggunakan menu yang sama selama 4 hari baru mengganti menu. Hal ini berguna untuk melihat reaksi alergi pada bayi. Setelah 4 hari kita lihat reaksi bayi, apakah terjadi sembelit atau malah mencret, ada orang tua yang merasa dua atau tiga hari sudah cukup untuk menunggu, sehingga mengganti menu MPASI bayinya, hal itu juga Ok sih menurut saya.