kebahagiaannya kebahagiaanku

by R.Larasati

Sama sekali bukan cerita tentang mantan pacar yang menemukan kebahagiaannya, yang seketika membuat  saya menjelma menjadi seorang malaikat suci dari surga terindah yang mengucapkan “saya bahagia, kamu bahagia” . Sama sekali bukan. Cerita ini bermula dari kisah seorang sahabat yang akhirnya (semoga. amin ) menemukan kebahagiaannya. Setelah sekian tahun lamanya harus mengalami penderitaan cinta yang tiada akhir. Oke lebaii😀 Tapi serius, mengikuti kisah sahabat saya ini, membuat saya yakin bahwa kisah cintanya tidak lebih bahagia dari tragedi cinta romeo dan juliet, kecuali jika romeo atau juliet akhirnya tidak memutuskan mati bersama dan salah satu dari mereka mengkhianati yang lain dan membiarkan yang lainnya mati :p

6 Juni 2012. Sahabat tercinta saya itu memberikan saya sebuah pesan singkat melalui telepon genggam yang bisa disederhanakan kalimatnya menjadi mengirim sms via hp yang bunyinya :   “nono gw mau tunangan setelah lebaran”. Betapa herannya saya, semudah itukah dia melupakan mantan pacar yang sangat dia cintai tapi juga mengkhianatinya tapi terus dia cintai? tapi setelah sms-sms berikutnya saya tahu bahwa calon tunangannya itu adalah mantan pacar yang dia cintai hingga saat ini. Seketika langsung terngiang di ingatan saya, saat-saat kelam dimana kisah cinta sahabat saya terjadi. Saat dimana dia dikhianati, disakiti, disepelekan, dihujat, diberiharapan,dikhianati lagi, disakiti lagi, disepelekan lagi, dihujat lagi, dan diberi harapan lagi. Begitu seterusnya siklus itu terjadi.  Namun, pada akhirnya, sms balasan saya hanya berbunyi : ” ALHAMDULILAH..gw ga ketawa, gw seneng!”

kemudian satu hal saya sadari, kegalauan tidak hanya terjadi pada orang-orang yang mengalaminya saja, namun bisa juga menimpa orang-orang yang ada disekitarnya. itu yang saya alami. Betapa saya ingin mengingatkan dia akan masa-masa kelam, betapa saya ingin dia mempertimbangkan keputusannya, dan betapa saya ingin mengambil sumpah hidup dan mati kepada mantan pacar sahabat saya itu yang akan menjadi calon tunangannya agar dia tidak membuat sahabat saya mengalami kejadian menyakitkan itu lagi.

Tapi pada akhirnya, sms saya tidak membuktikannya. Sempat merasa menjerumuskan sahabat, iya. Sempat merasa menjadi sahabat yang tidak baik, juga iya. Sempat merasa tidak melindungi sahabat, sangat iya. Namun kemudian, dengan sangat yakin saya menghapus pikiran-pikiran ‘betapa saya ingin..” dan mengubahnya dengan ekspresi kebahagiaan atas kebahagiaan sahabat, semata-mata karena saya yakin, jika kisah itu terjadi pada saya, maka sahabat saya pun akan melakukan hal yang sama. Ya! hanya keyakinan itu yang membuat saya tidak memikirkan hal lain dan hanya menjadi bahagia karena kebahagiaannya.

Kebahagiaannya, kebahagiaannku. Hal terindah jika melihat sahabat pada akhirnya menemukan kebahagiaannya. Semoga Tuhan sudah mempertemukan sahabat saya dengan jodohnya. Semoga kebahagiaannya adalah kebahagiaan sejati yang menghapus kenangan kelam kisah masa lalu. Semoga tidak ada kepedihan yang dia rasakan lagi. Amin

“Walau terpisah ruang dan waktu, doa adalah hal terbaik yang dilakukan oleh sahabat terbaik didunia”

NB: ditulis dengan penuh cinta oleh r.larasati untuk sahabatnya MJ🙂 saat waktunya tiba, mungkin kamu baca tulisan saya ini dan menangis🙂 karena banyak hal yang tidak pernah saya ucapkan tapi dapat saya tulis🙂  dan semoga kita dipersatukan lagi dalam kebersamaan yang lain. Amin