Peubah – peubah Meteorologi : Tekanan udara dan Evapotranspirasi

by R.Larasati

Tekanan Udara (Air Pressure)

Tekanan udara didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada atmosfer berbanding terbalik dengan luas permukaan atmosfer dari 1,2 mdpl hingga puncak atmosfer. Tekanan udara diukur dengan alat barometer (manual) dan barograf (otomatis) yang menyajikan hasil grafik disebut barogram. Kajian tekanan udara untuk wilayah tropis kurang mendapat perhatian karena nilai kisaran di wilayah ini relatif stabil, sehingga jarang sekali ada pengukuran di stasiun – stasiun meteorologi dan klimatologi. Pada lintang tinggi kajian perubahan tekanan udara dari waktu ke waktu menjadi fokus perhatian banyak orang karena fluktuasi nilai tekanan yang relatif besar. Serta dampak yang diakibatkan oleh perubahan pola tekanan dari waktu ke waktu sangat signifikan. Misalnya hasil kajian bila wilayah menjadi siklon (pusat tekanan rendah) dan dampaknya, serta bila wilayah menjadi antisiklon (pusat tekanan tinggi).

Evapotranspirasi

Peubah ini merupakan gabungan antara evaporasi (penguapan yang terjadi pada badan air) serta transpirasi (penguapan yang terjadi pada vegetasi), sehingga evapotranspirasi didefinisikan sebagai penguapan di lahan bervegetasi baik di daratan maupun di perairan. Proses ini menjadi kunci bagi keberlanjutan proses daur hidrologi merupakan sumber awan, kabut, salju, frost, rain.

Tiga syarat yang harus tersedia dalam waktu bersamaan :

1. energi : berupa sinar radiasi surya

2. input : badan air atau sumber air

3. kondisi : atmosfer/udara tidak dalam kondisi jenuh uap air

Evapotranspirasi diukur dengan alat ukur lisimeter pada lahan bervegetasi rumput pendek sehingga data yang didapatkan berupa ETo atau evapotranspirasi standar, sedangkan lisimeter pada lahan gundul data yang diperoleh berupa ETa (evapotranspirasi aktual). Pada saat pengukuran setelah hujan akan didapatkan data ETp (evapotranspirasi potensial).