Peubah – peubah meteorologi : Angin

by R.Larasati

Angin didefinisikan sebagai gerakan massa udara secara horizontal (gerak vertikal dapat diabaikan karena setara dengan gaya gravitasi). Diukur dalam dua parameter yaitu kecepatan yang diukur dengan anemometer dan arah yang diukur dengan panah angin (win vane) serta kantong angin (wind sack). Sebelum alat ukur anemometer ditemukan, kecepaan dan arah angin dapat ditentukan dengan pendugaan. Pendugaan kecepatan dan arah angin didasarkan pada indikator gerakan yang dapat diamati baik di daratan maupun lautan. Pendugaan seperti ini ditemukan pertama kali oleh Admiral Sir F. Beaufort. Penemuan ini dikenal dengan Skala Beaufort.

Dampak Wilayah Siklon dan Antisiklon

Peubah Siklon Antisiklon
Definisi Pusat Tekanan udara rendah semi permanen dibandingkan wilayah sekitarnya Pusat tekanan udara tinggi semi permanen dibandingkan wilayah sekitarnya
Nama Lain Depresi palung : Siklon memanjang High Ridge : Antisiklon memanjang
Simbol L H
Penyebab radiasi yang diterima permukaan sangat besar, sehingga suhu udara naik, tekanan udara menurun terjadi konvergensi udara naik, sehingga berpotensi membentuk awan Cb (hujan badai/petir) radiasi yang diterima permukaan sedikit, suhu udara rendah, tekanan meningkat, udara menjadi divergen (turun), sehingga akan terjadi udara cerah tanpa awan

Skala Beaufort

Force Kecepatan Angin (Knot) Kecepatan Angin (km/jam) Deskripsi Indikator di Darat
0 0 0 Calm (tenang) Asap naik vertikal
1 1 – 3 1 – 3 Light air (udara ringan) arah angin ditunjukkan oleh arah hanyut asap, tetapi wind vane belum bergerak
2 4 – 6 4 – 7 Light breeze (sepoi lemah) angin terasa di wajah, daun-daun gemerisik, wind vane mulai bergerak
3 7 – 10 8 – 19 Gentle breeze (sepoi lembut) daun dan ranting kecil tetap bergerak, angin membentangkan bendera kecil/ringan
4 11 – 16 20 – 28 Moderate breeze (sepoi sedang) debu dan kertas naik ke atas, cabang kecil bergerak
5 17 – 21 29 – 38 Fresh breeze (sepoi segar) pohon kecil mulai bergoyang, timbal bentuk gelombang pada perairan dalam
6 22 – 27 39 – 49 Strong breeze (sepoi kuat) cabang besar bergerak, kawat telepon berdesingan, sulit memakai payung
7 28 – 33 50 – 61 Near gale (angin ribut lemah) seluruh pohon bergerak, tidak mudah berjalan melawan angin
8 34 – 40 62 – 74 Gale (angin ribut) ranting pohon patah, menghalangi gerak maju
9 41 – 47 75 – 88 Strong gale (angin ribut kuat) kerusakan ringan pada bangunan
10 48 – 55 89 – 102 Strom (badai) jarang terjadi di pedalaman, pohon tumbang, kerusakan agak besar pada bangunan
11 56 – 63 103 – 117 Violent strom (badai amuk) sangat jarang terjadi, kerusakan pada wilayah yang luas
12 >=64 >=118 Hurricane (topan) semua yang dilewati hancur, udara penuh gelombang, laut putih dengan jarak pandang amat terbatas

Penemuan kedua untuk menyajikan hasil analisis kecepatan dan arah angin dapat disajikan secara efisien dalam gambar dikenal sebagai mawar angin (wind rose). Wind rose memberikan dua informasi sekaligus, arah angin serta kecepatannya. Biasanya penyajian seperti ini sangat berguna bagi penerbangan dan kajian tentang sebaran dampak polutan udara serta bising.

Contoh Mawar angin (wind rose)  sumber gambar : http://alternativeenergyatunc.wordpress.com

Gambar mawar angin dibuat berdasarkan data dari stasiun BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) tentang distribusi frekuensi arah dan kecepatan angin.