1/4 Perjalanan Gunung Gede/Pangrango Bagian 2

by R.Larasati

Postingan sebelumnya saya masih bercerita tentang perjalanan awal di jalur pendakian.  Jalur awal pendakian yang berupa batu – batu yang disusun rapi, sehingga jalur awal pendakian di TNGP tidaklah terlalu sulit.  Saya juga sudah bercerita tentang Telaga Biru yang indah. Dan saat perjalanan dimulai kembali kita tidak hanya bertemu dengan jalur pendakian yang disusun dari batu-batu, namun nanti anda juga akan menemukan beberapa jalur pendakian yang berbeda.

Ini salah satunya , jalur pendakian berupa jembatan yang terbuat dari beton yang dibuat mirip seperti batang pohon.  Namun jalur ini tidak sepanjang jalur batu sebelumnya.  setelah melewati jalur beton ini, kamudian saya melewati suatu tempat yang diberi nama Rawa Gayonggong. Nah, jalur pada rawa ini adalah jembatan kayu yang sedikit mengkhawatirkan, karena banyak bagian dari jembatan yang rusak, sehingga pendaki harus ekstra berhati-hati.

ini dia, jembatan kayu diatas Rawa Gayonggong beserta saya yang duduk sambil mengetik sms, oia jangan khawatir disini masih tersedia banyak sinyal untuk komunikasi kok🙂 seengganya buat provider yang saya pakai😀 dan ini merupakan pemandangan jika kita duduk di atas jembatannya, namun saat kita berdiri, inilah pemandangan yang kita dapatkan🙂

 Yang dicari berdiri kokoh menanti🙂 Awsome!

 Jembatan kayu ini panjangnya juga tidak lebih dari jalan batu di jalur sebelumnya. di kanan dan kiri jembatan kita akan melihat hamparan rumput ilalang yang rata-rata tingginya lebih dari 1 meter. Dan sekali lagi harus saya katakan bahwa kondisi jembatan ini sudah banyak yang rusak sehingga anda patut berhati-hati. Saran saya : injak bagian kayu yang dibawahnya ada sanggahan, menghindari kalau ada kayu yang lapuk sehingga pijakan anda aman karena ada penyanggah lainnya. Dari jembatan kayu ini jalan menuju air terjun hanya tinggal sebentar lagi. Selepas jembatan kayu akan ada jalur berbatu lagi, dan akhirnya anda akan menemukan jalur percabangan, namun sayang jalur ini tidak saya abadikan. Di jalur percabangan ini terdapat pos yang biasanya digunakan untuk para pendaki beristirahat. jalur menuju air terjun adalah jalur yang sebelah kanan dengan jalan yang menurun, sedangkan jalur menuju puncak adalah jalur sebelah kiri dengan jalan menanjak. dari Jalur percabangan ini, air terjun hanya kurang dari 5 menit jaraknya.  Dan inilah Air Terjun Cibeureum yang saya tuju :

Air Terjun1🙂 jangan kaget, ada 3 air terjun ditempat ini.

Air Terjun no. 2🙂

Air Terjun ke 3🙂 saran saya : bawa bekal makanan anda sendiri,  karena menemukan penjual yang menjual makanan terkadang membutuhkan keberuntungan🙂 Sekian cerita tentang 1/4 perjalanan menjajaki Gunung Gede/Pangrango, semoga bisa bermanfaat dan semoga ada perjalanan lain yang menakjubkan yang dapat saya ceritakan lagi. Dari dalam kamar saya yang penuh nyamuk, saya Retno Larasati mengabarkan🙂

Nb: jika ada yang bertanya siapa yang dari tadi dengan rela nya memfoto saya ini dia orangnya

Laki-laki pemalu dari Sidoarjo yang masih galau mencari jodoh😀 ada yang berminat? dijamin mau mengantarkan anda naik gunung apapun🙂