1/4 Perjalanan Gunung Gede/Pangrango Bagian 1

by R.Larasati

24 September 2011. Waktu dimana perjalanan ini dimulai. Tujuan awalnya adalah ‘ground check’ penelitian tugas akhir, namun pada akhirnya menjadi sebuah perjalanan yang tidak hanya sekedar menjalankan tugas. Perjalanan ini merupakan langkah awal saya mulai berkegiatan nyata mendaki ciptaan ilahi yang berdiri gagah di muka bumi : Gunung! Meskipun tidak sampai puncak, namun sebagai permulaan, perjalanan ini berhasil menciptakan kesan dan hasrat untuk terus mendaki😀

Perjalanan dimulai pukul 06.00 pagi waktu bogor. Berangkat dari Kampus IPB Dramaga Bogor menuju Terminal Baranangsiang. Menuju kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dari Terminal Baranangsiang tidaklah sulit, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yang pertama naik mobil L300, mobil angkutan khusus ini sebenarnya memiliki tujuan akhir ke Sukabumi, namun dapat digunakan ke TNGP karena memang jalur yang dilalui sama dengan jalur menuju TNGP. Mobil L300 ini banyak terdapat disepanjang jalan di depan Terminal Baranangsiang, dan menjadi tidak begitu sulit karena ketika anda turun di depan Terminal,  semua kernet angkutan L300 akan menawarkan jasa pelayanannya🙂 harus sedikit sabar saat anda memilih  angkutan ini sebagai sarana transportasi karena tidak jarang, para supir menginginkan angkutannya penuh dari Terminal. ongkos angkutan ini sampai di Gerbang depan TNGP pintu masuk Cibodas sebesar Rp 15.000.

Cara kedua memerlukan usaha yang sedikit lebih banyak karena harus menggunakan dua kali sarana transportasi sebelum sampai di depan gerbang TNGP, namun kelebihannya cara ini lebih cepat jika dibandingkan dengan cara yang pertama karena angkutannya jarang sekali menunggu penumpang penuh. Angkutan pertama adalah angkutan kota (angkot) nomor 01 jurusan Ciawi-Bogor, ongkos angkutan ini sampai tujuan akhir Ciawi adalah sebesar Rp 3.000 , dari Ciawi dilanjutkan dengan naik bus yang banyak terdapat di Ciawi, dapat menggunakan bus jurusan Kp.Rambutan-Sukabumi, Kp.Rambutan-Bandung, Kp.Rambutan-Garut, Kp.Rambutan-Tasikmalaya. Ongkos bus ini sampai dengan Gerbang depan TNGP pintu masuk Cibodas adalah sebesar Rp. 8.000 .

Sampai di depan gerbang pintu masuk TNGP di Cibodas, kita masih harus menaiki satu angkutan umum lagi yaitu angkot yang menuju Balai Besar TNGP, ongkos angkutan ini sebesar Rp. 2.000 . Untuk mendaki Gunung Gede/Pangrango diperlukan ijin, yakni berupa Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) yang bisa didapatkan dengan daftar online di http://www.Booking.gedepangrango.org atau langsung mengurusnya di kantor Balai Besar TNGP , namun karena saya saat itu hanya memerlukan beberapa sampel titik untuk penelitian, maka saya hanya membutuhkan tiket untuk naik sampai dengan Air Terjun Cibeureum, yang saya kira-kira merupakan 1/4 perjalanan menuju puncak Gunung Gede/Pangrango🙂

Tiket menuju Air Terjun Cibeureum bisa didapatkan diloket Pembelian, menuju loket ini kita harus jalan terlebih dahulu dari kantor Balai Besar TNGP, jalan loket searah dengan pintu keluar Kebun Raya Cibodas yang dekat dengan padang Golf.  Harga tiket untuk mendaki sampai Air Terjun Cibeureum sebesar Rp. 3.000 .

Sebelum memulai pendakian, anda akan melihat beberapa bangunan kantor dan jika anda ingin ke kamar kecil sebelum mendaki atau anda lupa untuk membeli sesuatu, jangan khawatir karena masih ada kamar kecil dan warung disini.

Jalur pendakian awal TNGP adalah jalan bertingkat tersusun atas batu – batu.  Disisi kanan atau kiri banyak terdapat semak belukar.

Semakin masuk ke dalam jalur pendakian, anda akan mulai menemukan pohon – pohon besar meski semak dan belukar masih banyak terdapat di sisi kanan dan kiri jalur pendakian anda.

jika beruntung, anda akan ditemani lutung dalam perjalanan mendaki🙂

Tidakkah ini indah?🙂  Telaga Biru. Anda harus sedikit keluar dari jalur pendakian untuk mendapatkan pemandangan indah dari telaga ini. Telaga ini terletak tidak jauh dari awal anda mendaki. So,, ayo semangat mendakinya😀

Disepanjang jalur dekat Telaga Biru pun anda akan menemukan sungai kecil yang bersumber langsung dari mata air Gunung Gede/Pangrango🙂 airnya dingiiiinnn , dan banyak pendaki yang mengisi persediaan airnya di sungai ini. Saran saya : sebaiknya persedian air diisi jika anda berada lebih di atas🙂 karena banyak pendaki yang mencuci kakinya di sungai ini.