Dinamika Karbon

by R.Larasati

Karbon merupakan unsur yang berbentuk gas dengan sifat yang labil (aktif) dan dapat selalu berpindah, sedangkan untuk menjadi unsur karbon yang stabil diperlukan waktu yang cukup lama mencapai ribuan tahun (Izhar  2009). Pergerakan karbon dapat melalui wilayah daratan dan wilayah laut. Di wilayah daratan terdapat beberapa faktor sumber pelepas karbon seperti pembakaran bahan bakar fosil, dekomposisi bahan organik, respirasi, penebangan hutan, dan hasil pembakaran industri. Sedangkan melalui laut terjadi evaporasi dan difusi yang berakibat karbon terlepas dan sebaliknya diikat oleh permukaan air.

Gambar dibawah menunjukkan bahwa terjadi perbedaan sekitar 6 giga ton karbon yang dilepaskan dan diserap di wilayah terestrial. Namun di wilayah lautan dapat mengikat karbon sebanyak 2 giga ton selama tahun 2000 – 2005.

         Selama periode 1981 – 1990 estimasi dari FAO tentang sumber daya hutan dunia memberikan gambaran total absorpsi CO2, yakni sebesar 830 milyar ton CO2 dikandung ekosisten hutan dunia, 40% pada vegetasi dan 60% di dalam tanah. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata tiap tahun dalam periode 1981-1990 hutan dalam wilayah temperate dan boreal mengabsorpsi 700 juta ton karbon atmosfer. (Brown  1992 dalam Izhar  2009).

Gambar 5 Pergerakan karbon alami (sumber : http://www.usgs.gov/)

         Dixon et al.  (1994) dalam Clark et al.  (2001) menyatakan bahwa Hutan tropis memiliki proporsi besar dalam penyimpanan karbon dunia, karena secara tidak sebanding, hutan tropis menyimpan 59% budget karbon dunia. Namun demikian Global Forest Resources Assessment (FRA) (2010) melaporkan bahwa terjadi penurunan dalam karbon stok yang terkandung dalam biomassa hutan di Indonesia dan banyak Negara tropis lainnya di 20 tahun terakhir. Di Indonesia dilaporkan bahwa pada tahun 1990 nilai karbon stok yang terkandung dalam biomassa hutan Indonesia sebesar 16,883 juta ton. Namun pada tahun 2010 jumlahnya berkurang menjadi 13,017 juta ton. Penurunan dalam jumlah karbon stok yang terkandung dalam biomassa hutan di Indonesia dipicu oleh penurunan luas hutan Indonesia antara tahun 1990 sampai 2010. Pada tahun 1990 hutan Indonesia seluas 118,545,000 hektar dan pada tahun 2010 jumlahnya berkurang menjadi 94,432,000 hektar.

DAFTAR PUSTAKA

Clark DA, Brown S, Thomlinson JR, Kicklighter DW, Jian N, Chambers JQ, Holland EA. 2001.  Net Primary Production In Tropical Forests: An Evaluation And Synthesis Of Existing Field DataEcological Applications  11: 371.

Izhar L.  2009.  Dinamika Karbon Dan Upaya Modifikasi Melalui Agroforestri. Bogor: Sekolah Pascasarjana.

[FAO].  2010. Global Forest Resources Assessment 2010 [terhubung berkala]. http://www.fao.org/forestry/fra2010. [ 2 November 2010].