Cagar Biosfer Cibodas

by R.Larasati

Cagar Biosfer Cibodas seperti terlihat pada Gambar 3 ditunjuk tahun 1977 dengan area inti TNGP seluas 15,196 ha yang ditetapkan pada tahun 1980 (MAB Indonesia  2011). TNGP merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama diumumkan di Indonesia pada tahun 1982. TNGP ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer dan sebagai Sister Parks berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia. TNGP memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub Montana, Montana, sub alphin, danau, rawa dan savana. Ekosistem sub montana dicirikan oleh banyaknya pohon – pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Podocarpus imbricata), dan puspa (Schima walichii). Sedangkan ekosistem sub alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangrangensis , bunga eidelweis (Anaphalis javanica), dan lumut merah (Spagnum gedeanum). TNGP dinyatakan oleh Peraturan Menteri Pertanian No: 811/Kpts/Um/II/1980 tentang peresmian lima taman nasional. TNGP terletak di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat, memiliki temperatur udara 250 – 280C. Curah hujan rata-rata 3,600 mm/tahun dengan ketinggian tempat 1,000 – 3,000 mdpl.

Satwa langka yang dapat dijumpai di TNGP antara lain owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis aygula), lutung (Presbytis cristata), macan tutul (Panthera pardus), dan anjing hutan (Cuon alpinus). TNGP terkenal kaya akan berbagai jenis burung, yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa dapat dijumpai di taman nasional ini. Beberapa jenis diantaranya merupakan burung langka seperti elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan jenis burung hantu (Otus angelinae).

DAFTAR PUSTAKA

Man and Biosphere Indonesia. 2011.  Cagar Biosfer Cibodas [terhubung berkala].  [http://www.mab-indonesia.org/cagar.php?i=cibodas].  [10 Mei 2011].