CERPEN = CERita PENderitaan :)

by R.Larasati

Sejak siang , sebut saja mawar  mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri di bogor mencoba memahami apa yang sedang dia rasakan. sesekali mencoba untuk bisa melupakan rasa yang membuatnya masuk kamar , buka laptop , buka facebook , buka facebook seseorang yang selalu dia buka , membaca status dan komen , dan keluar dari jejaring sosial itu , kembali ke ruang tv , mencoba tenang dan meredam perasaannya .

Sore hari , perasaan itu bertambah parah . Mawar sama sekali bingung harus berbuat apa dengan perasaannya yang semakin membuatnya ‘sesak’ . kembali lagi ke kamar , buka laptop , mengulangi apa yang dia lakukan tadi siang, dan belum ada yang berubah dari facebook seseorang yang dia lihat . keluar kamar, berharap menemukan ketenangan jiwa .

Selepas maghrib perasaan itu tidak bisa lagi dibendungnya, dengan sedikit keberanian Mawar mengirimkan pesan kepada seseorang itu,  hanya pertanyaan singkat : : “bisa ketemu?” . semenit . dua menit . tiga menit . empat menit . lima menit . enam menit . tujuh menit . delapan menit . sembilan menit . sepuluh menit . sepuluh menit lewat satu detik . sepuluh menit lewat dua detik . Sampai entah sepuluh menit detik keberapa Mawar tetap menunggu balasan dari pesan singkatnya itu . akhirnya yang ditunggu datang dengan jawaban : “iya.. bla bla bla bla ” . Akhir yang bahagia untuk sebuah penantian (saat itu) .

2 jam kemudian yang ditunggu Mawar datang . tidak sendiri . dengan sedikit kekecewaan Mawar menemui seseorang yang telah ditunggunya . tidak ada sama sekali keberanian untuk mengungkapakan perasaan yang  sejak siang Mawar rasakan . berharap seseorang itu mengerti .

Penantian berjam – jam dilalui tidak lebih dari 10 menit . Seseorang itu pergi tanpa pamit dan tanpa perhatian akan apa yangMawar rasakan . kecewa . itu yang Mawar rasakan . Perasaan yang ingin Mawar ungkapkan hanya bisa dia simpan dalam hati . Kata – kata yang ingin dia ucapkan hanya bisa dia simpan. semua yang dia rasakan hanya bisa dia simpan .

Ini yang sebenarnya ingin Mawar katakan : “besok mau ke bali kan , aku nyuruh kamu kesini cuma mau liat kamu sebelum  pergi besok . sebenernya aku juga mau jujur kalo aku  sedikit takut ngelepas kamu pergi. akan ada 10 hari yang akan kamu lewatin sama Dewi. berharap klo bisa kamu ga pergi . semoga perjalanannya lancar y , selamat sampai pulang ke rumah lagi , inget jangan macem – macem🙂 ”

Semuanya tinggal harapan . gad satu kata pun yang bisa Mawar ucapkan . kepergian seseorang itu hanya bisa dilepas dengan tangis pilu di depan pintu . yang lama – kelamaan tangis itu bercampur tawa . Menertawakan kebodohan dan kelemahan dirinya sendiri . menangisi ketidakberdayaan mengatur perasaannya sendiri . dan akhirnya Mawar hanya bisa berkata pada dirinya sendiri : “GW BENCI MAWAR” .