Derita mahasiswa tingkat akhir : menunggu lalu dikecewakan

by R.Larasati

Nasib jadi mahasiswa yang “terpaksa” butuh sama birokrasi kampus . cerita ini berawal di hari selasa, tepatnya kemarin tanggal 21 Juni 2011, dimana ada seorang mahasiswa yang berniat ingin membuat surat permohonan untuk kelancaran tugas akhirnya.  percakapan yang terjadi antara seorang mahasiswa itu dengan petugas pembuat surat – suratan sekitar pukul 11.00 :

mahasiswa : “pak saya mau buat surat , tapi dosen saya lagi keluar [negeri], kan harus ada tanda tangan dosen terus gimana pak???”

petugas : “yauda sini mau bikin surat apa?? nanti siang jam 1 kamu kesini ambil suratnya”

dengan perasaansenag yang jauh di awang – awang mahasiswa itu pergi tanpa lupa mengucapkan terima kasih kepada petugas. senang riang kembali kkostan …

3 jam kemudian . . . . .

tepat pukul [kurang lebih] 15.00 waktu indonesia bagian barat, mahasiswa itu kembali dengan perasaan yang masih di awang – awang.

mahasiswa : “pak gimana , apa surat saya udah jadi???” [dengan raut wajah serius]

petugas :”blm jadi , bu kepala ga da” [raut wajah biasa]

mahasiswa : “terus gimana pak , besok saya mesti ke instansi bawa surat itu ..” [raut muka berubah memelas]

petugas : ” ya gimana ya ….” [raut muka biasa , dicampur cengiran]

mahasiswa : (diam .. diam … diamm.. )

petugas : (nyengir .. nyengir .. nyengir …..)

perasaan awang – awang itu seketika jatuh terjerembab ke dasar bumi . mahasiswa itu pulang dengan tidak membawa apa – apa . kesal sekesal kesalnya . menangis di depan teman – temannya .

kesesokan harinya …

mahasiswa yang telah memulihkan suasana hatinya pun datnag kembali ke tempat pembuatan surat – suratan . berharap pagi ini mendapatkan keberuntungan .hasil percakapan dengan petugas mambuahkan hasil sebagai berikut :

mahasiswa : ” pak surat saya udah jadi???”

petugas : “belum , ibunya belum dateng”

karena hari ini rencananya mau ke instansi terkait, mahasiswa itu setia menunggu ibu kepala yang tak kunjung datang . bahkan sampai dengan saat ini . tepat pukul 10.52 dia masih menunggu . bahkan ketika dia sadar sudah tidak ada waktu buatnya pergi ke instansi yang seharusnya dia datangi, tapi masih terus dia menunggu ., nunggu.,  nunggu.,  nunggu.,

[intermezo]

terus datang lah Tii Patt Kayy adenya sun go kong,

tii patt kayy  : “derita mahasiswa tingkat akhir deritanya tiada akhir ..”