Taman Nasional

by R.Larasati

Menurut Direktorat Jendral Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA) Departemen Kehutanan Republik Indonesia (2007), taman nasional merupakan suatu kawasan konservasi terbaik sebagai arena tempat menyaksikan dan menikmati sekaligus meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan keanekaragaman, kekhasan, serta keindahan flora fauna, termasuk keindahan dan keajaiban fenomena alam berikut jasa lingkungan yang terkandung di dalamnya, disamping berbagai aspek sosial budaya dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Perbedaan taman nasional dengan kawasan konservasi lainnya kemudian di jelaskan oleh Napitu (2007), bahwa sesuai dengan  ketentuan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, ada dua kawasan konservasi dan klasifikasinya sebagai berikut :

1.  Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan yang mencakup :

a. Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

b. Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

2. Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun diperairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, yang mencakup :

a. Kawasan taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

b. Kawasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.

c.  Kawasan taman hutan raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi alam.

Adapun kriteria penetapan taman nasional kemudian dijelaskan oleh Wiratno et al.,  2004 dalam Aqsar (2009), ada lima karakteristik umum taman nasional, yaitu :

  1. areal taman nasional harus cukup luas.
  2. taman nasional harus mengandung isi yang istimewa, dimana jenis – jenis vegetasi dan binatangnya, habitat dan letak geografisnya serta keindahan alamnya masih dalam keadaan utuh.
  3. Terdapat sistem penjagaan dan perlindungan yang efektif, dimana satu atau beberapa ekosistem secara fisik tidak berubah karena adanya eksploitasi dan pemukiman manusia.
  4. Kebijakan dan manajemen dipegang oleh badan pemerintah pusat yang mempunyai kompetensi sepenuhnya yang harus segera mengambil langkah – langkah pencegahan atau meniadakan semua bentuk gangguan atau pengrusakan terhadap ekosistem dan isi taman nasional.
  5. Kemungkinan pengembangan pariwisata, dimana para pengunjung diperkenankan memasuki kawasan taman nasional dengan persyaratan  – persyaratan khusus  untuk kepentingan mencari inspirasi, pendidikan, kebudayaan, dan rekreasi.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA). 2007. Informasi 50 Taman Nasional Di Indonesia.  Bogor : Sub Direktorat Informasi Konservasi Alam (Bogor) Dan Lestari Hutan Indonesia.

Ja Posman Napitu.  2007.  Pengelolaan Kawasan Konservasi.  [Tesis]. Departemen Konservasi Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Sekolah PAsca Sarjana Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.

Zeihan El Aqsar.  2009.  Hubungan Ketinggian Dan Kelerengan Dengan Tingkat Kerapatan Vegetasi Menggunakan Sistem Informasi Geografi Di Taman NAsional Gunung Leuser.  [Skripsi] . Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara . Medan.