Karakteristik Landsat TM/ETM+

by R.Larasati

Landsat TM/ETM+ merupakan satelit sumber daya bumi. Satelit yang merupakan program lanjutan Landsat ini dicirikan oleh alat penginderaan yang ditingkatkan resolusi spasial dan kepekaan radiometriknya, Laju pengiriman data yang lebih cepat, serta fokus untuk penginderaan informasi yang berkaitan dengan vegetasi. Sebagai tambahan terhadap empat saluran Landsat MSS (Multispectral scanning) sebelumnya, Landsat TM/ETM+ akan membawa penyiaman multispektral yang lebih maju dan disebut pemeta tematik (thematic mapper /TM). Nama tersebut berkaitan dengan tujuan terapan sistem data yang diarahkan pada teknik pengenalan pola spektral yang akan menghasilkan citra terkelas  (peta tematik). Pemeta tematik direncanakan memiliki tujuh buah saluran spektral yang dirancang untuk memaksimumkan kemampuan analisis vegetasi untuk terapan bidang pertanian. (Lillesand dan Kiefer  1997).

Sistem TM meliputi lebar sapuan (scanning) sebesar 185 km, direkam dengan menggunakan tujuh saluran panjang gelombang tampak, tiga saluran panjang gelombang infra merah dekat, dan satu saluran panjang gelombang inframerah termal. Panjang gelombang yang digunakan pada setiap saluran Landsat TM adalah :

  • Saluran 1 gelombang biru (0.45 – 0.52) µm
  •  Saluran 2 gelombang hijau (0.52 – 0.60) µm
  • Saluran 3 gelombang merah (0.63 – 0.69) µm
  • Saluran 4 gelombang inframerah dekat (0.76 – 0.90) µm
  •  Saluran 5 gelombang inframerah pendek (1.55 – 1.75) µm
  • Saluran 6 gelombang inframerah termal (10.40 – 12.50) µm
  • Saluran 7 gelombang inframerah pendek (2.08 – 2.35) µm

Resolusi radiometrik citra Landsat TM lebih baik dari citra Landsat MSS. Perbaikan pada sinyal analog (nilai pantulan) dari setiap detektor diubah ke dalam bentuk digital dengan bantuan sistem pengubah sinyal di satelit.  Desain ETM+ (Enchanced Thematic Mapper Plus) titik beratnya untuk keberlanjutan dari program Landsat 4 dan 5, yang sampai saat ini datanya masih dapat direkam. Pola orbitnya juga dibuat sama dengan Landsat 4, 5, dan 6 yaitu lebar sapuan 185 km. desain sensor ETM+ seperti ETM pada Landsat 6 ditambah dua sistem model kalibrasi untuk gangguan radiasi matahari dengan menambah lampu kalibrasi untuk fasilitas koreksi radiometrik. Transisi data ke stasiun penerima di bumi dapat dilakukan dalam tiga cara, yaitu: (1) dikirim menggunakan gelombang radio, (2) melalui relay satelit komunikasi TDRSS (Tracking and Data Relay Satellites System) yang akan merekam kemudian mengirimkan ke stasiun penerima di bumi, dan (3) data objek permukaan bumi direkam/disimpan lebih dahulu dalam suatu panel (storage on board) atau tipe (wideband tipe recorder), baru kemudian dikirim ke stasiun penerima di bumi. Satelit Landsat 7 akan dilengkapi dengan fasilitas penerima sistem posisi lokasi (Ground Positioning System/GPS Receiver) untuk meningkatkan ketepatan letak satelit di dalam jalur orbitnya (Purwadhi   2001).

 

DAFTAR PUSTAKA

Purwadhi F.S.H.  2001.  Interpretasi Citra Digital.  Jakarta : Grasindo

Lillesand T.M dan R.W. Kiefer. 1997. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Diterjemahkan : Dulbahri, Prapto Suharsono, Hartono, Suharyadi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press .