Menjadi Ken Dedes tak selalu menyenangkan :)

by R.Larasati

Kecantikannya tiada yang bisa menandingi [pada jamannya] saat Kerajaan Kediri masih berdiri kokoh , kasta yang dimiliki adalah yang tertinggi [pada jamannya juga] seorang brahmani dan putri tunggal seorang brahmana ternama, kedudukannya sebagai Pramesywari Tumapel Tunggul Ametung , dan kekuasaan tak terbatas atas segalanya bahkan jiwa para pesuruh, prajurit, budak, dan semua manusia di istana. namun pada akhirnya pun Dedes harus menerima kenyataan bahwa Arok yang dicintainya harus dia bagi dengan wanita lain, yang tak lain adalah istri dari Arok sendiri dan sedang menjadi calon ibu bagi anak Arok. keputusannya untuk mengkhianati suaminya sendiri dilakukannya hanya untuk mendukung Arok, saat dimana harus melihat suaminya mati karena pengkhianatannya, Dedes sedih meski tidak pernah mencintai Tunggul Ametung, namun karena anak yang sedang ada dalam perutnya. pengkhianatannya pada sang suami, di tebus dengan harus berbagi dengan wanita desa dengan kasta terendah bernama Umang yang adalah istri dari Arok. Dedes merasa kalah, karena Umang adalah calon ibu bagi anak Arok, tapi Dedes hanya calon ibu dari anak musuh Arok. Dedes terpuruk . keinginannya untuk bersama Arok dan menjadi satu – satunya Pramesywari di istana harus di kuburnya. kini ada Umang dan calon anak Arok bersamanya. Dedes wanita keturunan kasta paling tinggi, brahmana. Dedes wanita tercantik di seluruh negeri, Dedes yang hanya dengan tersenyum semua laki – laki memujanya. tak selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Dedes, tak selalu bahagia.

Arok dan Dedes – Pramoedya Ananta Toer