Ditemani hujan [lagi]

by R.Larasati

Buat saya entah apa alasannya, hujan selalu bisa memberikan inspirasi untuk menulis. saat ini tepat pukul 14.36 WIB, di dalam kamar kosan, kembali hujan yang bisa saya tatap dari balik jendela kamar memberikan saya inspirasi untuk menulis. pemikiran seperti ini memang bukan hanya di dapat karena hujan, ini merupakan pengalaman pribadi yang kemudian oleh hujan ‘dipicu’ agar bisa di ungkapkan menjadi sebuah tulisan sederhana. pemikiran yang saya dapat adalah tentang laki – laki . makhluk ini untuk saya pribadi telah banyak memberikan pengalaman hidup  .  saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada maksud dan tujuan yang pada akhirnya akan dapat mendewasakan saya. saya percaya tidak ada yang namanya kebetulan. begitupun dengan kejadian  demi kejadian yang saya alami, fenomena yang tidak hanya terjadi sekali, tapi tiga kali terulang dalam kehidupan saya, meskipun dengan tiga posisi saya yang berbeda sebagai wanita yang mencintai seorang laki – laki , sebagai seorang anak, sebagai seorang adik .  saat ini saya berpikir bahwa laki – laki menjadi begitu sulit saya pahami.  jika logika mereka lebih bisa dipakai dibandingkan wanita yang lebih menggunakan perasaanya, mengapa tidak mereka berpikir untuk hanya menjalin hubungan hanya dengan wanita yang secara emosional mereka sayangi, wanita yang membuat hidupnya berarti, wanita yang mereka inginkan mejalin masa depan bersamanya. jika laki – laki ini telah yakin menjatuhkan pilihannya pada seorang wanita dan dia merasa telah menemukan wanita yang dia anggap pantas, bukankah laki – laki itu hanya harus memiliki wanita itu dan berkomitmen untuk terus setia??? karena sebelumnya dia telah meyakinkan diri nya sendiri kepada wanita tersebut, akan menjadi sangat aneh jika kemudian laki – laki itu menyimpangkan hatinya  . itu pilihannya sendiri . permasalahan lain adalah saat  seorang laki – laki merasa belum menemukan wanitanya, dia merasa berhak menyeleksi setiap wanita dengan menjalin hubungan dengan seorang wanita, lalu saat ada pilihan yang lebih baik dia meninggalkan wanita itu untuk bersama wanita yang lebih baik [baca:selingkuh]. tidak adakah cara lain untuk menyeleksi wanita ??? membiarkan seorang wanita menunggu dan tidak membiarkannya pergi, saat bersamaan laki – laki itu sibuk mencari yang lebih baik . cara manusiakah ini??? berpikirlah bahwa tidak akan pernah terjalin masa depan saat memulainya dengan cara yang salah .