Taman Nasional Komodo

by R.Larasati

Umum

Taman Nasional Komodo terletak di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Memiliki koordinat 1190 22’ – 1190 49’ BT dan 080 23’ – 080 50’ LS, Taman Nasional ini ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 172/Kpts-II/2000 pada tanggal 24 Juni 2000. Taman Nasional Komodo memiliki luas ± 132.572 hektar, dengan rincian luas sebagai berikut : Pulau Komodo memiliki luas 33.937 hektar, Pulau Rinca seluas 19.625 hektar, Pulau Padar dengan luas 2.017 hektar, Pulau Gilimotang dengan luas 3.328 hektar, dan ditambahkan dengan luas pulau – pulau kecil, serta perairan laut di sekitarnya.

Taman Nasional Komodo merupakan habitat satwa komodo (Veranus komodoensis), yaitu reptilia purba raksasa yang tersisa di bumi. Taman Nasional yang terletak di antara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dan Pulau Sumbawa, Nusa tenggara Barat ini memiliki padang savanna yang luas yang ditumbuhi pohon lontar (Borassus flebellifer). Taman Nasional Komodo merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai situs warisan alam dunia (the natural world heritage) pada tahun 1991 dan sebagai cagar biosfir oleh UNESCO.

Kondisi fisik:

  • Geologi

Kawasan Taman Nasional Komodo terletak pada pertemuan dua lempengan Kontinen Sahul dan Sunda. Gesekan antara kedua lempengan ini telah menimbulkan letusan vulkanis besar, tekanannya juga menyebabkan pengangkatan terumbu karang dan gejala – gejala vulkanis inilah yang menjadikan pulau – pulau dikawasan Taman Nasional Komodo.

Komodo barat oleh para ahli diperkirakan terbentuk pada era Jurasic atau sekitar 130 juta tahun lalu, sedangkan Komodo Timur, Rinca, dan Padar diperkirakan terbentuk sekitar 49 juta tahun lalu dalam era Eosin. Pulau – pulau ini berubah terus menerus melalui proses erosi dan penumpukan. Berdasarkan peta geologis berskala 1 ; 250.000 oleh Van Bemmelen tahun 1949, formasi batu yang tersebar di Taman Nasional Komodo adalah formasi andesit, deposit, vulkanis, dan formasi efusif.

  • Tanah

Pulau Komodo Barat terdiri dari konglomerat kapur, tanah liat, batu vulkanis, dan batu kapur agaknya mendominasi struktur tanah di Pulau Komodo Timur, Rinca, dan Padar. Berdasarkan peta tanah tahun 1970 (skala 1 : 250.000) dari lembaga penelitian tanah, Taman Nasional Komodo memiliki jenis – jenis tanah  sebagai berikut :

Tanah mediteranea merah kuning, terdapat di Pulau Rinca dan beberapa pulau kecil di sekitarnya. Tanah ini termasuk jenis tanah komplek, terdapat di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan pulau – pulau kecil di sekitarnya. Jenis tanah ini berwarna coklat keabuan dan merupakan komposit dari beberapa jenis tanah, termasuk latosol dan grumusol yang peka terhadap erosi.

  • Topografi

Pada umumnya pulau – pulau di kawasan Taman Nasional Komodo memiliki topografi bergelombang, berupa bukit – bukit dan gunung – gunung di beberapa tempat terdapat lereng – lereng yang terjal dan curam dengan kemiringan mencapai 80% dan ketinggian berkisar antara 0 – 735 mdpl. Gunung yang tertinggi adalah Gunung Satalibo (735 mdpl) dan Gunung Doro Ora (667 mdpl) di Pulau Rinca.

  • Iklim

Kawasan Taman Nasional Komodo memiliki curah hujan rendah atau sama sekali tidak berhujan selama sekitar 7 – 8 bulan dalam setahun, dan sangat dipengaruhi oleh hujan musim dengan tingkat kelembaban tinggi. Berdasarkan klasifikasi Schmidt-Ferguson, iklimnya termasuk tipe F (sangat kering), dengan nilai Q = 1,97 . bulan kering antara April sampai dengan Oktober dan bulan basah antara November sampai dengan Maret. Curah hujan rata – rata 200 – 1500 mm per tahun. Suhu umumnya berkisar antara 170 – 340 C, dengan tingkat kelembaban rata – rata 36%.

  • Biotik

Keadaan alamnya yang kering menjadikan keunikan tersendiri, seperti padang savanna yang luas, sumber air yang terbatas, dan suhu yang cukup panas namun ternyata kondisi demikian merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba raksasa yaitu biawak komodo (Varanus komodoensis). Sebagian besar taman nasional ini merupakan savanna dengan pohon lontar (Borassus flabellifer).

  • Flora

Ekosistem Taman Nasional Komodo sangat dipengaruhi oleh iklim yang dihasilkan dari kombinasi musim kemarau panjang dan suhu tinggi serta curah hujan rendah. Disamping itu, Taman Nasional Komodo terletak dalam zona transisi antara flora dan fauna Asia serta flora dan fauna Australia. Ekosistem perairannya dipengaruhi oleh dampak el Nino/La Nina, yang berakibat memanasnya lapisan air laut di sekitarnya.

Berikut tipe – tipe vegetasi yang terdapat di Taman Nasional Komodo :

  • Ø Padang rumput dan hutan savanna (70% dari luas kawasan) mendominasi kawasan Taman Nasional Komodo dengan dominasi pohon lontar yang merupakan tumbuhan khas. Terdapat berbagai jenis rumput diantaranya Setaria adhaerens, Chloris barbata, Heteropogon contours, themeda gigantean, dan themeda gradiosa.
  • Ø Hutan tropis musim (dibawah 500 mdpl) sekitar 25% dari luas kawasan Taman Nasional Komodo merupakan vegetasi hutan tropis musim dengan jenis tumbuhan antara lain : Albizia lebbekoides, Cassia javanica, Oraxylumindicum, Piliostigma malabarica, Kesambi (Scheichera oleosa), Kepuh (Sterculia feotida) , Asem (Tamarindus indica), dan Zyzyhus horsfieldi. Pohon yang sering dijumpai pada vegetasi sekunder antara lain Annona squamasa, Cladogynos orientalis, Eupatorium multifolium, Glycosmis penthaphylla, Hypoestes, Jatropha curcas, Ocium sanctum, Tabanaemontana floribunda, dan Vernaninia capituliflora. Spesies belukar khas yang biasanya terbentuk setelah kebakaran antara lain Azyma sarmentosa, Callicarpa sappan, Microcus paniculata, dan Salamun migrican yang tidak ditemukan di Pulau Komodo dan Pulau Padar.
  • Hutan di atas 500 mdpl. Jenis vegetasi yang terdapat pada ketinggian di atas 500 mdpl, yang terdapat di puncak – puncak bukit, antara lain Callophyllum spectobile, Colona kostermansiana, Glycosmis pentaphylla, Ficus orupacea, Mischcarpus sundaicus, Podocarpus nerifolia, Terminalia zollingeri, Uvaria ruva, rotan (Callamus sp), bambu (Bambusa sp), dan lumut yang hidup menempel di bebatuan.
  • Hutan bakau, terdapat di teluk yang terlindungi dengan jenis vegetasi antara lain : Rhizophora sp, Rizophora mucronata, dan Lumnitzera racemosa yang merupakan jenis dominan. Namun secara umum terdapat pula api – api (Avecennia marina), Bruguiera sp, Capparis seplaria, Cerips tagal, dan Sonneratia alba. Komunitas pohon bakau Taman Nasional Komodo merupakan penghalang/ benteng fisik alami terhadap erosi tanah. Akarnya menjadi tempat pembiakan, berpijah, dan daerah perlindungan bagi ikan, kepiting, udang, dan moluska.
  • Terumbu karang, komunitas yang terdiri dari sejumlah tumbuhan dan satwa perairan, baik yang hidup maupun yang telah mati. Terumbu karang yang ada di Taman Nasional Komodo merupakan habitat penting bagi sekitar 1.000 jenis ikan, lebih dari 250 jenis koral pembentuk karang, sedikitnya 105 jenis crustacean dan 70 jenis bunga karang.
  • Fauna

Mamalia antara lain : rusa (Cervus timorensis) , anjing hutan (Cuon alpines), babi hutan (Sus scrofa), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kuda liar (Equus caballus) dan kerbau liar (Bubalus bubalus), musang (Paradoxurus hermaphrodites), tikus besar rinca ( Ratus rintjanus), dan kalong buah (Cynopterus brachyiotis dan Pteropsis sp).

Burung, tercatat 111 jenis burung, antara lain Megapodius reinwardti, kakatua jambul kening (Cacatua sulphurea), perkutut (Geopelia striata), tekukur (Streptopelia chinensis), pergam hijau (Ducula aenea), Philemon buceroides, burung raja udang (Halcycon capenis), dan burung kacamata laut (Zosterops chloris).

Reptil, tercatat 34 jenis reptil. Disamping komodo, jenis reptil lainnya antara lain ular kobra (Najabnaja), ular russel (Viperia russeli), ular pohon hijau (Trimeresurus albolabris), ular sanca (Python sp), ular laut (Elapidae), kadal (Scinidae, Dibamidae, dan Varanidae), tokek (Gekko sp), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), dan penyu hijau (Chelonia mydas). Di Taman Nasional Komodo terdapat juga 3 jenis amfibi, lebih dari 1.000 jenis ikan, 8 jenis lumba – lumba, 10 jenis paus dan dugong, 70 jenis sponge, 260 jenis terumbu karang, 43 jenis seaweed, dan 9 jenis seagrass (seperti Enhalus acoroides dan Thallasia hemprichii).