Taman Nasional Kerinci Seblat

by R.Larasati

Umum

Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di empat wilayah yaitu :

  1. Provinsi Jambi, Kabupaten :Kerinci, Bungotebo, dan Merangin (443.699,87 hektar)
  2. Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Sawahlunto, dan Sijunjung (353. 780 hektar)
  3. Provinsi Bengkulu, Kabupaten Utara, Rejang Lebong (310.910 hektar)
  4. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Musi Rawas (281.120 hektar)

Memiliki koordinat 1000 31’ – 1020 44’ BT dan 010 17’ – 030 36’ LS, Taman Nasional ini ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 192/Kpts-II/1996 tanggal 1 mei 1996. Taman nasional ini kemudian ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan pada tanggal 14 Oktober 1999 Nomor :  901/Kpts-II/1999 . Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas ± 1.389.509,87 hektar.

Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki ekosistem hutan tropis dataran rendah yang masih utuh dan merupakan satu kesatuan ekosistem terakhir di bagian lereng timur bukit barisan yang mempunyai peran sangat penting sebagai perlindungan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Tidak kurang dari 30% keanekaragaman hayati Indonesia dapat dijumpai di taman nasional ini.

Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki peranan penting bagi perekonomian daerah – daerah yang berbatasan dengannya. Wilayah taman nasional ini membentang di empat provinsi dan berbatasan dengan Sembilan kabupaten yang perekonomiannya sangat tergantung pada pertanian. Keberadaan taman nasional ini memberikan andil yang besar sebagai daerah tangkapan air dan hulu 23 sungai besar di empat provinsi, serta sebagai pemelihara kesuburan tanah di wilayah tersebut. Di samping itu juga sebagai penyumbang produk – produk non kayu yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Kondisi Fisik :

  • Geologi Dan Tanah

Jenis batuan induk di kawasan ini antara lain andesit basalt diorite, tufa berbutir halus/kasar, granit, granodiorit, riolit, alluvium gunung berapi muda, alluvium longgokan kipas, alluvial sungai muda, dan gambut.

Jenis tanahnya antara lain andosol, latosol, podsolik, alluvial, komplek (podsolik , latosol, dan litosol). Pada umumnya kedalaman efektif tanahnya antara 30 – 60 cm. kedalaman efektif tanah yang dangkal terutama di dapati di daerah terjal dengan jenis tanah litosol. Sebagian besar lahan di kawasan taman nasional ini memiliki tanah yang relatif kurang subur dan rawan erosi.

  • Topografi

Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat memanjang dari barat laut ke tenggara di tengah – tengah Pegunungan Bukit Barisan. Lembah yang curam membelah pegunungan bukit barisan menjadi dua bagian yang sejajar sehingga topografinya berlembah curam hingga sangat curam sedikit dataran berlereng landai.

  • Ketinggian

Bagian barat kawasan merupakan barisan gunung yang sambung menyambung dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut, sedangkan di bagian timur memiliki gunung – gunung yang lebih rendah dengan ketinggian antara 800 – 1500 mdpl.

  • Iklim

Berdasarkan peta iklim Schmidt dan Ferguson , Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat digolongkan kedalam tipe iklim A. curah hujan rata – rata 2.991 mm per tahun. Bulan kering kurang dari dua bulan per tahunnya. Temperatur udara berkisar antara 160 – 280 C, kelembaban berkisar antara 77%  – 92%.

  • Biotik

Secara umum kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki karakteristik hutan yang sangat unik dan khas, terbagi dalam delapan tipe ekosistem hutan :

  1. hutan dataran rendah
  2. hutan bukit
  3. hutan sub-montana
  4. hutan Montana rendah
  5. hutan Montana tinggi
  6. padang rumput sub-alpine
  7. lahan basah lain pada wilayah berawa, danau, dan sungai – sungai besar.

Kawasan hutan produksi tetap sipurak hook merupakan ekosistem hutan tropis dataran rendah yang masih utuh dan satu kesatuan ekosistem terakhir di bagian lereng timur bukit barisan yang mempunyai peran sangat penting sebagai perlindungan keanekaragaman hayati dan sumber garam mineral bagi satwa di Taman Nasional Kerinci Seblat. Kawasan hutan ini merupakan habitat beberapa satwa endemik dan dilindungi seperti gajah Sumatera (Elephas maximus), harimau sumatera (Panther tigris), siamang (Hylobates syndactylus), beruang madu (Helarctos malayanus), dan berbagai jenis burung di antaranya 5 jenis beruang rangkong.

  • Flora

Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki kurang lebih 4000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh Family Dipterocarpaceae. Termasuk di antaranya flora yang langka dan endemik yaitu pinus kerinci (Pinus merkusii strain kerinci), kayu pacat (Harpulia arborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan Rafflesia hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanium dan Amorphophallus decussilvae). Beberapa jenis tumbuhan obat antara lain paku gajah, akar tik ulat, akar kepuh, pinang, kunyit, akar sepakis, ubi itam, dan lain – lain. Beberapa jenis anggrek antara lain Spathoglotis plicata, Pholodita articulate, Calanthe triplicate, Calanthe plava, Coelogyne pandura, Coelogyne suiphorea, Dendrobium crumenatum, Dianela ensifolia, Diplocaulobium, Phaleonopsis sp., dan Renanthera sp.

  • Fauna

Mamalia : jenis mamalia langka dan terancam punah antara lain harimau sumatera (Panther tigris sumatrae), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), pair (Tapirus indicus), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), beruang madu (Helarctos malayanus), dan kucing emas (Felis temminckii) yang misterius.

Burung : antara lain elang alap besar (Accipiter virgatus), elang kelelawar (Macheiramphus alcimus), elang gunung (Spitazatus alboniger), cekakak batu (Lacedo pulchella), belibis kembang (Dendrocygna arcuata), wallet (Collocalia sp.), enggang jambul (Aceros comatus), kangkareng hitam (Anthraceros malayanus), rangkong papan (Buceros bicornis), pergam gunung (Durcula bargia), poksai mantel (Garrulax palliatus), tiong emas (Gracula religiosa), rangkong (Buceros rhinoceros), dan julang (Aceros undulatus).