Sebuah cerita yang Datang dari ‘Dia’ yang bernama ‘BEBI’

by R.Larasati

Bukan manusia . hanya sebuah barang yang menurut orang yang tidak mengenalnya melihat sebagai sebuah barang tua yang tidak layak pakai, barang tua yang jelek dan pantas diganti, tanpa mereka ketahui dan bahkan tanpa saya ketahui sebelumnya, sebuah barang yang dianggap sebagian orang, tua ini telah banyak dan bahkan sangat banyak memberikan manfaatnya . sebuah barang ini telah banyak menyimpan kenangan, bahkan untuk saya yang baru mengenalnya 4 tahun . perjalanan awal saya menapaki IPB , mengelilingi IPB , menjelajah IPB , saya lalui bersama dia . awal perjalanan saya , mengenal tempat – tempat yang tidak semua mahasiswa baru IPB tahu saya ketahui bersama dia . dia yang setiap kali menunggu saya dengan kesetiaan penuh bersama majikannya di seberang gerbang asrama putri IPB . dia bahkan yang pertama kali membawa pacar saya kerumah dan mengenal keluarga saya . dia yang pertama mengantarkan saya pulang bersama pacar . walau penampilannya bagi sebagian orang tidak begitu meyakinkan, tapi dia yang pertama membawa saya ke puncak! menikmati pemandangan kembang api dari atas sana bersama pacar di pertengahan tahun di IPB .  kenangan – kenangan bersama dia tidak akan mudah hilang . begitu melekat . F 5540 FZ itu yang tertera di badannya, nomor itu yang selalu mengingatkan keberadaanya . namun ‘BEBI’ begitu biasa kami memanggilnya .. sebuah motor honda keluaran tahun yang tidak saya ketahui namun dapat saya pastikan bukan 10 tahun terakhir .

tahun akhir saya di IPB , kenangan bersama ‘BEBI’ semain berkurang dengan kehadiran motor baru dikehidupan majikannya , motor baru keluaran tahun belum lama ini menggantikan peran sentral ‘BEBI’ . mungkin ‘BEBI’ tidak dilupakan sama sekali, namun keberadaanya kian tersingkirkan dengan kehadiran yang lain . pilihan untuk tiba suatu tempat tepat waktu bukan lagi ‘BEBI’ , pilihan untuk di cuci terlebih dahulu bukan lagi ‘BEBI’ , pilihan untuk dipikirkan kelestariannya bukan lagi ‘BEBI’ . ahh .. ‘BEBI’ ku malang ‘BEBI’ ku sayang .. seandainya kamu punya perasaan, aku pasti bisa merasakannya . karena bahkan saat ini pun aku sangat merasa kasihan melihatmu hanya diam termenung di pinggir rumah menunggu diberdayakan . walau pun kamu pergi ‘BEBI’ kamu yang terbaik yang pernah aku kenal . bukan yang lain, mungkin peranmu tergantikan namun tempatmu di kenangan dan masa lalu ku tidak akan pernah terganti . WE LOVE YOU BEBI !!!